Majalah Digital JanganTulalit

10 Tren konsumer teratas versi Ericsson di 2016

693 0

Laporan tahun ini menunjukkan bahwa konsumen percaya kecerdasan buatan (AI) akan segera memungkinkan interaksi dengan obyek tanpa membutuhkan layar smartphone lagi. Bahkan setengah dari seluruh pengguna smartphone memprediksikan bahwa smartphone akan menjadi sesuatu yang kuno di lima tahun mendatang.

Laporan tersebut juga menunjukan  bahwa sebagai adopsi dari teknologi terhubung bergerak sangat cepat dari sebelumnya, penggunaan pasar terbiasa menjadi pengusung perubahan cepat. Akibatnya, periode waktu dimana pengadopsi awal mempengaruhi orang lain menjadi lebih pendek dari sebelumnya.

Thomas Jul, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, mengatakan, “Beberapa dari tren ini mungkin terlihat sangat futuristik, namun ketertarikan konsumen kepada paradigma interaksi baru seperti AI dan Virtual Reality (VR), serta menanamkan internet di dinding-dinding rumah bahkan di dalam badan kita, sangatlah kuat.”

“Ini artinya, sebentar lagi kita dapat melihat kategori produk konsumen baru akan muncul, dan seluruh industri akan berubah – untuk mengakomodasi perkembangan ini.”

Pembahasan yang terdapat di laporan “10 Hot Consumer Trends for 2016” datang dari program riset global Ericsson ConsumerLab dan meliputi beberapa pendapat konsumen. , Secara umum tren ini diwakili oleh 1.1 milyar orang yang tersebar di 24 negara,  sedangkan khususnya diwakili oleh 46 juta pengguna smartphone urban di 10 kota – kota besar.

Inilah 10 tren untuk 2016 dan seterusnya:

The Lifestyle Network Effect.

4 dari 5 orang saat ini mengalami efek dimana mereka dapat mendapatkan manfaat dari layanan online dan meningkatkan lebih banyak pengguna. Secara global, 1 dari 3 pengguna sudah berpartisipasi dalam berbagai bentuk ekonomi berbagi (Sharing economy).

Streaming Natives.

Para remaja menonton konten video YouTube tiap hari lebih dari kelompok umur lain. 49% dari remaja usia 16-19 tahun menonton YouTube satu jam atau lebih tiap harinya.

AI Ends The Screen Age.

Kecerdasan buatan memapukan interaksi dengan obyek tanpa membutuhkan layar smartphone. 1 dari 2 pengguna smartphone memprediksikan bahwa smartphone akan menjadi suatu hal kuno di 5 tahun yang akan datang.

Virtual Gets Real.

Pengguna menginginkan teknologi virtual untuk aktivitas sehari-hari seperti menonton pertandingan olahraga dan melakukan panggilan video. 44% bahkan ingin ‘mencetak’ makanan mereka sendiri.

Sensing Homes.

55% pengguna smartphone percaya  jika batu bata yang digunakan untuk membuat rumah dapat membawa sensor yang dapat memonitor jamur, kebocoran dan masalah listrik di lima tahun mendatang. Akibatnya, konsep dari smart home perlu dipikirkan kembali dari awal.

Smart Commuters.

Komuter ingin menggunakan waktunya secara berguna dan tidak merasa sebagai obyek pasif saat transit. 68% dari mereka ingin menggunakan layanan komuter yang terpersonalisasi jika ada.

Emergency Chat.

Jaringan Sosial menjadi cara yang lebih digemari untuk menghubungi layanan emergency. 6 dari 10 konsumen juga tertarik dengan aplikasi yang memberi informasi tentang bencana alam.

Internables.

Sensor internal yang mengukur kesehatan di badan kita yang mungkin menjadi sesuatu yang dapat digunakan sehari-hari. 8 dari 10 pengguna mungkin menggunakan teknologi untuk meningkatkan sensor pengelihatan dan kemampuan kognitif seperti pengliihatan, memori dan pendengaran.

Everything Gets Hacked.

Sebagian besar pengguna smartphone percaya bahwa hacking dan virus akan terus menjadi sebuah masalah. Sebagai efek samping yang positif, 1 dari 5 orang mengatakan bahwa mereka menjadi lebih percaya/menaruh kepercayaannya di organisasi yang pernah di hack namun kemudian memecahkan masalahnya.

Netizen Journalists.

Konsumen membagi informasinya lebih dari sebelumnya dan hal itu dipercaya dapat meningkatkan pengaruh mereka pada masyarakat. Lebih dari sepertiga orang percaya jika membocorkan kondisi perusahaannya pada social media meghasilkan dampak lebih besar daripada melapor ke yang berwenang.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.